 | Jumat, 18 September 2009 NEWS: Hasil Produksi Diekspor ke Semua Benua
SEBAGAI provinsi kepulauan, Kepri memiliki hasil kelapa yang melimpa. Sayangnya, komoditas ini belum diolah dengan baik. Padahal, kelapa menjadi satu tanaman yang banyak mengandung manfaat, mulai dari buahnya, air, batang, daun, tulang daun (lidi), bahkan sabut dan tempurungnya bisa didayagunakan menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.
Berbicara memanfaatkan tempurung kelapa, PT General Carbon Industry yang bergerak di industri arang, kini sedang mencari mitra petani kepala. Perusahaan yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso Km 7 Tanjung Uncang Batam ini, menjadi satu produser penghasil arang kelapa terbaik di dunia.
Setiap hari, arang yang sudah diolah dan dikemas apik diekspor penjuru negeri, mulai Jepang, Korea, Amerika, Timur Tengah, sampai Eropa. Hanya saja, tingginya permintaan dunia itu, belum sepenuhnya mampu dilayani managemen PT General Carbon.
Sebab, menurut Lusia Efriani selaku Corporate Communication PT General, pihaknya masih sangat kekurangan bahan baku tempurung. "Kami sudah kewalahan mencari bahan baku. Pesanan sangat banyak dari luar negeri, tapi tidak bisa dipenuhi semuanya,"ujar Lusi.
Dengan keterbatasan bahan baku tersebut, kita PT General Carbon baru bisa menghasilkan 300 ton arang siap ekspor dengan besaran bahan baku 1.200 ton. "Kami mau menampung sebanyak- banyaknya tempurung kelapa. Ini merupakan peluang bagi petani kelapa untuk memanfaatkan tempurung kelapa mereka,"tambahnya.
Untuk meningkatkan produksi pabrik, PT General Carbon sedang menggelar program inti plasma. Para petani kelapa akan dijadikan mitra, dengan cara, managemen akan memberikan bantuan peralatan pembakaran tempurung secara gratis, plus ilmu tata cara membakar tempurung yang benar.
"Selama ini tempurung yang sudah dibakar petani, kadar airnya masih tinggi. Sehingga harga beli kami ke mereka juga rendah. Jika ada petani yang tertarik untuk bermitra ke kami, kami akan memberikan alat bakar dan metode agar hasil pembakaran mereka kering. Jadi harga yang mereka terima juga tinggi,"terangnya.
Tentang pasar, dipastikan para petani tidak akan kesulitan menjual tempurung bakar mereka. Sebab, PT General Carbon siap membeli tempurung bakar dalam jumlah tidak terbatas. "Produk yang kami hasilkan sudah mendapat sertivikat sebagai arang terbaik. Penghargaan ini diberikan pemerintah Jerman pada 2005 lalu,"tutur Lusi.
Apalagi, segmen arang produksi PT General Carbon 100 persen untuk ekspor. Meskipun di luar negeri, merek arang tersebut disesuaikan dengan negara-negara pengimpor, namun di setiap label kemasan arang dipastikan tertulis bahwa produk tersebut adalah buatan Batam, Indonesia.
Sumber: Tribun Batam
|