 | Rabu, 25 Juni 2008 NEWS: Awasi FTZ BBK, Bentuk Tim Maritim
BATAM (BP) - Luasnya wilayah laut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang terdiri dari ribuan pulau, memerlukan pengamanan ekstra di era pelaksanaan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir penyelundupan dari daerah bebas bea BBK ke daerah pabean lainnya.
Sementara itu, lembaga yang selama ini menjaga keamanan di laut seperti TNI-AL, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Bea dan Cukai, Pol Air, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) belum optimal. Tumpang tindih kewenangan antara lembaga dalam menangani kasus di laut memang masih menjadi persoalan serius. Untuk itu, pemerintah melalui Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, mengamanatkan pembentukan panjaga laut dan pantai Indonesia atau Indonesia Sea & Coast Guard (ISCG).
Demikian salah satu isu penting yang diangkat dalam dialog "Peranan Penjaga Laut dan Pantai Dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di BBK". Acara itu digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia (YPMI).
Acara dialog dibuka Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. Sedangkan bertindak sebagai pembicara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Batam Syamsul Bahrum, Kepala Dinas Hukum Markas Besar (Mabes) TNI-AL Laksamana Pertama Sunaryo, Ketua Asosiasi Pelayaran Niaga Nasional (Indonesia Shipowner Association/Insa) Batam Zulkifli Amura, Petinggi Dirjen Perhubungan Laut yang diwakili Tamrin. Turut serta hadir Ketua DPRD Kota Batam Soerya Respationo, Ketua Himpunan Kawasan Industri Kepulauan Riau Jhon Sulistyawan, anggota Kadin Kepri, perwakilan TNI-AL, KPLP, dan pegawai Bea Cukai.
Menurut Sunaryo, di Indonesia saat ini memang terjadi tumpang tindih kewenangan menjaga kelautan. Tetapi, untuk pelaksanaan FTZ di BBK, TNI-AL siap mengamankan sesuai dengan prosedur yang ada. Laut di Kepri, katanya, kurang dimanfaatkan. Kurang optimalnya pemanfaatan laut ini, sama artinya Kepri dengan daerah Gunung Kidul, Yogyakarta yang banyak darat.
Sumber: BATAMPOS
|