 | Senin, 9 Juni 2008 NEWS: Batam Ekspor Sejuta Kambing
PT Barelang Livestock Centre (BLC) Indonesia, akhirnya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan Prince Mansour bin Morgrin Bin Abdulaziz Al Saud Kerajaan Saudi Arabia, Selasa (3/6) lalu di Jeddah, untuk pengeksporan kambing dan domba (kado) sebanyak 1 juta ekor per tahun.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Jeddah, yang disaksikan Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Saudi Arabia DR Salim Segar Al Jufrie serta utusan Presiden RI untuk Timur Tengah (Timteng) Alwi Shihab.
Presiden Direktur BLC, Tjetty Abbas, menyatakan, kado tersebut sebelum diekspor, terlebih dulu dilakukan penggemukan di Mongak daerah jembatan empat Barelang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yogyakarta, dan Banten. Kemudian, kado tersebut diekspos memakai kapal cattle ship yakni kapal khusus membawa hewan ternak via Batam dan Singapura.
Selain itu, BLC bekerja sama dengan mitra strategis di Singapura untuk mendapatkan sertifikasi kesehatan dari Agro Vegetarian Authority (AVA) dari negara tetangga tersebut. Sebab, negara Arab lebih mempercayai AVA Singapura.
"Sedangkan sertifikasi halalnya, juga bekerjasama dengan Majelis Ulama Singapura," ujar Tjetty, via telepon kepada Batam Pos, Ahad (8/6). Saat dihubungi, Tjetty menyatakan masih di Jakarta.
Seperti pernah diberitakan di harian ini, bahwa BLC melakukan penggemukan kado di Barelang. Namun, sejauh ini status lahan di Barelang masih status quo. Meski begitu, tak jadi halangan bagi BLC lantaran penggemukan tersebut tidak hanya dilakukan di Batam.
"Ini peluang yang diberikan Kerajaan Saudi Arabia bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di pedesaan. Ekspor satu juta kambing tersebut cukup besar bagi BLC, sehingga perlu kemitraan dengan masyarakat untuk memenuhinya," akunya.
MoU yang ditandatangani tersebut, masih Tjetty, juga menyangkut investasi Kerajaan Saudi Arabia di bidang pertanian. Negara petro dolar tersebut, menyiapkan 100 juta dolar AS utuk padi. "Kerajaan Saudi Arabia meminta kepada BLC dicarikan lahan investasi padi seluar 200 ribu hektare. Rencana, natinya investasi tersebut dikembangkan di Sulawesi Tengah," ujarnya.
Sebelumnya, kata Tjetty, pihak Kerajaan Saudi Arabia juga telah melakukan investasi bidang pertanian di Thailand dan Vietnam. "Lahan kita masih luas. Harus dimanfaatkan yang bernilai ekonomis," harapnya.
Sementara itu, Helmy, ajudan utusan Presiden RI untuk Timur Tengag (Timteng) Alwi Shihab, menambahkan, BLC sudah bekerjasama dengan pusat peternakan Tapos, Bogor dan sejumlah ilmuwan. "Sehingga, kepercayaan Kerajaan Saudi Arabia bertambah kuat terhadap BLC," terangnya.***
Sumber: BATAMPOS
|