 | Jumat, 6 Juni 2008 NEWS: 500 Juta Dolar AS Mengucur ke Batam
Roda investasi Batam begulir kencang. Sebuah perusahaan galangan kapal asal Dubai, Uni Emirates Arab (UEA), PT Batam Maritim Centre (BMC), bakal menanamkan modalnya sebesar 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) di Batam. Realisasi investasinya sendiri akan dimulai akhir 2008.
Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirates Arab (UEA) M Wahid Supriyadi mengatakan, investasi itu merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepakatan kerja sama antara Pemprov Kepri dengan PT BMC yang digelar pertengahan 2007 lalu.
"Mudah-mudahan bisa dimulai tahun ini. Saat ini tinggal menuntaskan hal-hal teknis," kata Wahid usai menggelar pertemuan tertutup dengan Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam Syamsul Bahrum, Kepala Badan Penanaman Modal Pemko Kota Batam Pirma Marpaung serta Kadisperindag dan ESDM Pemko Batam Ahmad Hijazi di Gedung Pemko, Batam Centre, Kamis (5/6).
Turut mendampingi kedatangan Wahid ke Pemko Batam, M Rafsel Ali dari Hamu Investama dan Komisaris PT Persero Batam, Muh Ali.
Selanjutnya masalah teknis yang dimaksud Dubes, yakni penimbunan lahan. Alokasi lahan dari Otorita Batam di wilayah Kabil, sebagian besar berada di laut, sehingga perlu reklamasi dan pengurusan izin Amdal. Penimbunan belum bisa dilakukan karena masih menunggu data dari mana pasir untuk penimbunan itu diambil.
Wahid mengatakan, PT BMC merupakan perusahaan sektor galangan kapal, rig building, dan reparasi berteknologi tinggi yang berada di bawah payung PT Drydock Dubai World International Ltd. Dengan modal awal 500 juta dolar AS dan kelak menjadi 1 miliar dolar AS, perusahaan shipyard dan offshore ini berambisi menjadi yang terbesar di Asia.
“Itu merupakan singgle biggest investor (investasi tunggal terbesar) di Indonesia," ujar lelaki yang baru sebulan lalu menduduki kursi pimpinan di KBRI Uni Emirates Arab ini.
Jika terealisasi, berarti investasi negeri kaya minyak itu di Batam mengalami lompatan cukup tinggi. Sejauh ini, besaran modal yang ditanamkan investastor Uni Emirates Arab sendiri baru mencapai 40 juta dolar AS. Asisten Ekonomi Pembangunan Batam Syamsul Bahrum menuturkan, Pemko dan OB sangat mendukung keberadaan PT BMC.
Perusahaan itu tak hanya diharapkan dapat memutar roda ekonomi Batam lebih kencang di era perdagangan bebas, juga menyerap banyak tenaga kerja.
“Kalau ada dukungan yang lebih dari 100 persen, pasti akan kita berikan," ungkapnya. Menurut Wahid, jumlah tenaga kerja yang bakal diserap oleh PT BMC mencapai 9.000 orang. Mereka disebar di berbagai posisi, mulai operator sampai tenaga ahli.
“Mereka hanya akan mempekerjakan 14 tenaga ahli asing, sisanya dari Indonesia," kata lelaki berkacamata ini. ***
Sumber: BATAMPOS
|