 | Sabtu, 24 Mei 2008 NEWS: Ada Kesulitan, Ada Kesempatan
Tanya:
Mas Jaya, saya memiliki usaha menjahit pakaian jadi, seperti seragam dan baju ibu-ibu. Alhamdulillah pesanan meningkat terus dan hampr tidak pernah putus. Permasalahan yang saya hadapi, saya kekurangan tenaga kerja. Tenaga penjahit yang terampil, tidaklah mudah di Batam ini. Jadi terpaksa saya harus mendidik kembali mereka lagi, meskipun sudah pernah kursus menjahit sebelumnya. Adakah tips untuk mendapatkan tenaga penjahit seperti yang saya inginkan?
Ade – 0819 271 XXXXX
Jawab:
Mbak Ade, terkadang hambatan yang kita temui, justru bisa menjadi peluang baru kita. Kesulitan Mbak Ade mencari tenaga penjahit yang seterempil Mbak Ade, justru bisa dijadikan peluang baru, yaitu Kursus Menjahit! Kenapa tidak dibuka saja kursus menjahit.
Kursusnya mereka membayar, kalau berprestasi bisa direkrut jadi karyawan atau subcontractor. Namun semuanya harus dimulai dari ketulusan dan keikhlasan untuk berbagi ilmu.
Jangan ada ketakutan mereka akan berebut pasar dengan Mbak Ade kelak. Bukankah Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai. Semoga menjadi amal dan kemajuan bisnis Mbak Ade. Amin.
"Dimana ada kesulitan, disitu tersembunyi kesempatan"
Alhamdulillah Ditipu!!
Tanya:
Pagi Mas Jaya, saya pernah usaha berkali-kali, namun saya gagal karena terlalu percaya dengan orang, sehingga saya sering ditipu. Sekarang saya merasa trauma untuk menjalankan usaha lagi. Adakah saran Mas Jaya yang bisa membangkitkan saya agar berusaha kembali? Terimakasih.
Hamzah
Jawab:
Saya mengucapkan syukur Alhamdulilaah Pak Hamzah masih "ditipu" bukan "menipu". Bukankah itu berarti bapak adalah seorang yang baik? Mentor saya Om Bob Sadino mengatakan, Ditipu, Bangkrut, Gagal dan sebagainya itu adalah satu paket yang harus kita bayar dalam kesuksesan kita. Yang penting adalah hikmah apa yang bisa kita petik dari kejadian itu? Sehingga esoknya kita jangan tertipu lagi, apalagi dengan pola yang sama, itu namanya konyol.
Nah, bagaimana untuk mengantisipasi penipuan yang akan datang? Ya lebih berhati-hati dan menciptakan sistem pengontrolan "anti tipu". Saran selanjutnya, seperti tertuang dalam kitab "9 Cara Gila Jadi Pengusaha", pasal 1 adalah "Ciptakan Masa Depan dengan Masa Depan". Ikhlaskan apa yang terjadi di masa lalu dan bangun masa depan dengan impian-impian baru. Memang tidak mudah untuk "ikhlas", tapi lebih tidak mudah lagi hidup dalam "sakit hati".
"Lebih baik tertipu daripada menipu. Tapi lebih baik lagi jangan tertipu orang yang sama, itu namanya konyol. Uang bisa dicari lagi, Nama Baik tak mudah dibangun lagi!"***
Sumber: BATAMPOS
|