 | Selasa, 1 Juli 2008 NEWS: Inflasi 2008 Diperkirakan 11 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka inflasi sampai akhir tahun 2008 berada di kisaran 10% sampai 11%. ''Ekspektasi inflasi yang kita lihat sampai akhir tahun ada di kisaran 10% sampai 11%,'' kata Sri usai rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/6). Menurutnya, selain didorong oleh kenaikan BBM pada Mei 2008, inflasi 2008 juga dipicu oleh permasalahan di luar BBM, terutama masalah musiman. ''Inflasi kan ada faktor yang memengaruhi, masalah-masalah musiman. Jadi kalau pure dari BBM, pola yang terjadi seperti 2005 itu dua bulan setelah kenaikan, dampak dari BBM-nya sendiri akan mulai turun,'' jelasnya. Apalagi, untuk pelaku industri yang sudah menggunakan BBM non bersubsidi. Karena itu, kenaikan harga sebenarnya berasal dari biaya transportasi dan second round effect yang masuk pada biaya. Ia mengakui, inflasi yang berasal dari non kenaikan BBM memang masih menjadi tantangan dari sisi Bank Indonesia dan pemerintah untuk menstabilkan. Bank Indonesia akan melihat responnya pada semester kedua ini. ''Apakah itu karena pengaruh permintaan atau seperti pertengahan tahun seperti liburan sekarang ini dan nanti masa sekolah. Inflasi musimannya terjadi tekanan di sisi permintaan atau faktor-faktor biaya lain, contohnya harga pangan,'' katanya. Untuk meredam inflasi, Menkeu mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menstabilkan harga pangan dengan mengurangi bea masuk, pajak ditanggung pemerintah, serta penurunan tarif. ''Kalau kenaikan lebih tinggi, apakah itu intervensi dari sisi produksi, jumlah pangan dinaikkan atau intervensi dari sisi demand dengan mengurangi permintaan,'' kata dia. Saat ditanya apakah ada kebijakan baru, Ani mengatakan tidak memungkinkan jika pemerintah terus menerus mengeluarkan kebijakan baru. ''Masa setiap hari ada kebijakan baru. Kalau setiap kali baru, emang saya bikin martabak,'' katanya. (Ray/OL-2)
Sumber: Media Indonesia
|