 | Senin, 7 Juli 2008 NEWS: Listrik Padam 6 Jam Setiap Hari
Penderitaan masyarakat Pulau Bintan bakal bertambah lagi. Ini menyusul adanya keputusan dari PLN untuk menambah jam pemadaman bergilir dari tiga jam ke 6 jam per harinya. Keputusan ini diambil menyusul rusaknya satu mesin pembangikit milik PLN di Air Raja, Sabtu (5/7) sekitar pukul 15.49 WIB. Mesin itu berkapasitas 5 MW sehingga daya yang dimiliki PLN tinggal 25,7 MW dari yang sebelumnya sekitar 30,7 MW. Padahal sebelumnya sudah ada mesin yang tak bisa pakai karena mengalami kerusakan. Dan diperkirakan satu mesin akan menjalani perbaikan selama enam bulan.
"Kami mohon maaf, dan mohon pengertian masyarakat. Satu mesin pembangkit kami di Air Raja mengalami kerusakan pada crankpin bearing silinder 6. Sehingga kekurangan daya yang awalnya 4 MW naik menjadi 9 MW," ujar Manajer Cabang PLN Tanjungpinang, Nuryasfin, Ahad (6/7) kemarin.
Gara-gara kerusakan, PLN sedang menyusun ulang jadwal pemadaman bergilir. Yakni dengan memperpanjang waktu pemadaman dari awalnya 3 jam menjadi 6 jam. Mau nggak mau langkah ini harus ditempuh, sebagai siasat agar pendistribusian daya bisa merata dimanfaatkan masyarakat.
Kerusakan Musibah I cukup mengejutkan pihak PLN. Pasalnya satu unit pembangkit mesin Mitsubishi II sedang menjalani perbaikan, dan tinggal menunggu datangnya suku cadang yang harus diganti. Perlu diketahui, masa perbaikan Mitsubiasi II berlangsung selama 6 bulan lamanya.
Kepala Rayon PLN Kota, Musril mengaku kerusakan Mitsubishi I sedang dalam pengecekan hingga berita ini diturunkan, Ahad kemarin. Namun dia memprediksi kerusakan yang terjadi mirip dengan yang dialami mesin Mitshubishi II. "Sepertinya kerusakan sama dengan Mitsubishi II, yang kena gransap-nya," kata Musril.
Jika kerusakan sama, maka derita masyarakat Kota Tanjungpinang dan sebagian Kabupaten Bintan bakal bertambah parah. Karena masa waktu perbaikan berlangsung 6 bulan. "Iya kalau itu yang rusak, wah makan waktu 6 bulan untuk perbaikinya. Yang jelas pemadaman bergilir akan bertambah, dari 3 jam menjadi 6 jam," ujar Musril yang saat itu sedang meninjau mesin yang rusak. Dengan dua kerusakan mesin Mitsubishi ini, pihak PLN mengalami kehilangan daya total sekitar 9 MW.
Disinggung mekanisme sistem pemadaman bergilir, PLN menerapkan dua rumus. Yakni 1 x 2, atau satu kali mati dua kali hidup. Implementasinya, jika disuatu kawasan selama dua hari listriknya hidup, maka keesokan harinya terkena jadwal pemadaman bergilir. Sistem satunya lagi 1 X 1, artinya satu kali mati satu kali hudup. Implementasinya, sehari listrik di kawasan itu hidup, maka besoknya terkena jadwal pemadaman bergilir.
PLTU 2 x 15 MW Beroperasi Februari 2009
Menejer Cabang PLN Tanjungpinang, Nuryasfin turut menginformasikan pihaknya terus mempercepat proses penambahan daya 2 x 15 melalui mesin PLTU berbahan bakar batubara. Mesin tambahan ini akan beroperasi pada Februari 2009 mendatang.
"Sesuai jadwal kita targetkan Februari 2009 beroperasi. Lahannya pembangkit sudah di land clearing di daerah Galang Batang sana. Semoga terealisasi tepat jadwal," ujarnya. ***
Sumber: BATAMPOS
|