 | Kamis, 10 Juli 2008 NEWS: Akbar Tandjung Biang Kerok Kekalahan Golkar
JAKARTA, RABU-Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Akbar Tandjung dituding sebagai salah satu biang kekalahan Golkar dalam beberapa pilkada.
Ketua Bidang Organisasi, Kader, dan Keanggotaan (OKK) DPP Golkar, Syamsul Muarif, Rabu (9/7), di Jakarta, menjelaskan, dalam analisa Partai Golongan Karya kekalahan calon-calon Golkar dalam Pilkada merupakan imbas dari cara Golkar mempraktiklkan pola konvensi yang dikembangkan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung.
"Kalau ditanya apa faktornya, faktornya adalah karena Golkar memakai sistem yang disebut dengan konvensi, ditambah Golkar pada zaman Bang Akbar memerintahkan dan membuat guidance kepada Ketua-Ketua DPD dimana Golkar menang maka disitu yang berhak maju menjadi calon adalah Ketua Golkarnya," tandasnya seraya menyatakan, kemenangan Golkar di beberapa daerah justru ada ketika pihaknya melakukan survei.
"Rata-rata Golkar menang di beberapa propinsi karena tertolong ketika ada survei. Ketika ada survei di Jambi kita tidak memaksa Ketua Golkar sehingga Golkar bisa menang. Begitu juga di Kepulauan Riau tidak memaksa Ketua Golkar, bahkan mencalonkan dari kelompok independen. Tapi di tempat-tempat lain banyak Ketua Golkar yang menset up dirinya untuk menjadi calon gubernur dan mempersiapkan waktu yang sangat panjang," urainya.
Memperbaiki keadaan ini, Syamsul menegaskan, pihaknya bakal membuat perubahan besar dalam konsep mencari bibit handal yang memikat pemilih di Indonesia. Partai Golkar akan menerapkan uji kepatutan dan kelayakan dalam menyaring jago-jago di Pilkada mendatang.
"DPP mempertimbangkan untuk tidak lagi memakai itu, tapi memakai fit and proper test. Artinya siapa yang mau mendaftar dibuka secara umum, kemudian diuji kepatutan dan kelayakan dan setelah itu baru dilakukan survei," katanya.
Sumber: KOMPAS
|