 | Senin, 25 Agustus 2008 NEWS: Masih Sensitif dengan Minyak
JAKARTA, SENIN - Pada pekan lalu harga minyak mentah kembali memegang peranan dalam pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Naiknya kembali harga emas hitam ini ke atas 120 dollar AS per barrel, menjadi bensin bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
Secara keseluruhan IHSG pekan lalu ditutup menguat 1,67 persen dibaning penutupan 15 Agustus menjadi 2.120,491. Demikian juga indeks Kompas100 yang meningkat 2,18 persen pada 519,314. Serta indeks 45 saham blue chip, LQ45 naik 2,71 persen menjadi 440,095.
Penguatan indeks BEI pekan lalu sebagian besar didorong oleh saham-saham komoditas sektor pertambangan dan sektor perkebunan seiring naiknya kembali harga minyak mentah dunia ke kisaran 121 dollar AS per barrel. Sektor pertambangan dan perkebunan memang memberikan kontribusi yang siginifikan terhadap indeks BEI.
Harga minyak jenis light sweet pada perdagangan di New York Mercantile Exchange (Nymex) Jumat (22/8) waktu setempat, melemah kembali ke 114,59 dollar AS, setelah pada Kamis melonjak hingga 5 dollar AS. Fluktuatifnya harga minyak membuat pergerakan indeks pekan ini sensitif terhadap pergerakan harga emas hitam itu.
Sementara bursa Wall Street Amerika Serikat pekan lalu secara keseluruhan melemah, seiring dengan masih adanya kekhawatiran terhadap sektor finansial AS serta inflasi. Indeks Dow Jones Average turun 0,27 persen, indeks S&P 500 melemah 0,46 persen dan indeks komposit Nasdaq menyusut 1,54 persen.
Meski pada penutupan akhir pekan lalu Wall Street menguat, seiring turunnya kembali harga minyak ke 114 dollar AS. Indeks Dow melonjak 197,85 poin (1,73 persen) ke 11.628,06. Kemudian indeks Standard & Poor's 500 bertambah 1,13 persen pada 1.292,20. Serta indeks Nasdaq menguat 1,44 persen menjadi 2.414,71.
Sumber: KOMPAS
|