 | Kamis, 26 Juni 2008 NEWS: Ekstrak Nangon untuk Obati Kista
HERBAL Medical Plants Centre (HMPC) di Ruko Legenda Malaka, Batam Center, menghadirkan ramuan terbaru, yakni Ekstrak Herbal Nangon Plus Plus.
Ramun ini, kata pimpinan HMPC, H Muhammad Arief, merupakan kombinasi antara ekstrak nangon atau sarang semut dengan simplisia tumbuhan obat yang bersifat anti kanker, seperti rumput mutiara, kunyit putih dan lainnya. Juga dikombinasi tumbuhan yang bersifat meningkatkan antioksidan, seperti mengkudu, temu lawak dan lainnya. Ditambah lagi dengan minyak kelapa murni untuk mendukung penyembuhan.
"Sehingga Ekstrak Nangon ini efektif untuk mengatasi sekaligus mengobati penyakit kista, kanker, tumor dan penyakit-penyakit kronis lainnya, terutama bagi pasien yang enggan melakukan operasi dan kemoterapi," ucap Arief kemarin kepada Batam Pos.
Kombinasi obat ini, katanya, merupakan jawaban dari cukup besarnya, masyarakat yang datang ke HMPC untuk kasus penyakit kista, kanker, maupun tumor.
Mekanisme pengobatan pasien kasus kista, kanker dan tumor yang datang ke kliniknya selama ini, lanjutnya, dilakukan dengan pemberian obat-obatan tradisional herbal yang berasal dari tumbuhan obat yang sifatnya antiproliferasi.
Nah dengan kombinasi ekstrak itu, kini tersedia Ekstrak Herbal Nangon Plus Plus di kliniknya.
"Obat tradisional herbal ini, hanya kami yang sediakan dan di jual di klinik sendiri di HMPC yang ada di Bandung, Bogor, Palembang, Pekanbaru dan Batam," sebutnya.
Kista, katanya merupakan rongga tertutup yang berisi cairan encer, kental atau setengah padat, yang dilapisi epitel. Kista adalah kelainan yang dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh terutma di bagian organ reproduksi seperti indung telur, leher rahim dan rahim.
"Kista ovarium lebih membahayakan, karena menyerang dan mendesak sel telur, yang akan menimbulkan lengket dan pergesekan di usus. Sehingga menimbulkan rasa nyeri dan susah buang air besar, dan bila mendesak ke kantong kemih akan menimbulkan sakit dan susah buang air kecil," ucapnya. Berdasarkan tingkat keganasan kista, katanya, dibedakan dua jenis, yakni non neoplasia dan neoplasia.
Hingga kini, katanya, penyebab kista belum diketahui pasti. Kemungkina disebabkan oleh kebiasaan pola makan yang banyak hormon dan kolesterol tinggi, makanan cepat saji yang banyak mengandung hormon estrogen bisa memicu kista endometriosis. Bisa juga kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung radikal bebas, yang dampaknya dapat menurunkan anti oksidan dalam tubuh, sehingga imunitas berkurang.
Selain itu, katanya, kista bisa juga terjadi karena adanya penyumbatan atau peradangan pada sel kelenjar.
yang menyebabkan sekresi berlebih. "Sayangnya gejala tidak begitu tampak pada fisik seseorang. Karena itu, kista kerap ditemukan secara kebetulan lewat pemeriksaan ultrasonografi," ujarnya.
Sumber: BATAMPOS
|